banner 728x250

Endang Asnawi: ‘Jngan Pernah Bandingkan Pancasila dengan Al-quran’

  • Share
banner 468x60

BANDARLAMPUNG-Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi menegaskan bahwa Pancasila sebagai tiang negara dan Pancasila bukan lah agama, serta jangan pernah banding-bandingkan Pancasila dengan Al-Quran.

“Sesuai dengan Sila pertama Pancasila, ketuhanan yang maha Esa, maka dari itu setiap warga negara wajib beragama. Jangan sampai tidak bertuhan, karena itu akan dinilai melanggar aturan dan nanti dianggap ateis (tidak memiliki tuhan,” ujar anggota DPRD Bandar Lampung, Endang Asnawi, dalam Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Senin (26/09/2022).

banner 336x280

Politisi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandarlampung, Endang Asnawi memaparkan bahwa acara tersebut juga sebagai kewajiban yang dijalankan sebagai anggota DPRD. Tujuan acara ini dilaksanakan agar warga negara tau makna dan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Kita sebagai anak bangsa sudah berjanji cinta tanah air dan juga sesuai dengan pengalaman Sila pertama Pancasila berketuhanan, jangan sampai sebagai warga negara kita tidak ada agama dan tidak mengerti ibadah kita masing-masing sesuai agama dan kepercayaan. Kalau kita tidak beragama kita urusan dengan negara, karena dianggap negara dan nanti dinilai Komunisme,” kata Endang Asnawi.

Baca Juga  Alih Fungsi Eks Lahan Hutan Kota, DPRD Panggil Seluruh Pihak Termasuk PT HKKB

“Tolong simak acara sosialisasi ini dan diharapkan diturunkan kepada anak-anak dan keluarga di rumah dan tanamkan dalam diri masing-masing dan dilingkungan dapat diterapkan sebagai warga negara Indonesia yang baik,” imbuh anggota Komisi III.

Sementara, Narasumber Ghinda Ansory, yang juga sebagai dosen UBL (Universitas Bandar Lampung) memaparkan Pancasila sudah final sebagai dasar negara Indonesia, maka dari itu jangan ada lagi kelompok-kelompok yang coba-coba untuk menggoyang dan merongrong Pancasila. “Kenapa ada sosialisasi lagi tentang pemahaman ideologi pancasila karena pemerintah menilai ini penting, jangan sampai warisan budaya dan kultur negara terkikis oleh perkembangan jaman. Karena ini penting untuk membumingkkan kembali norma-norma dan ideologis Pancasila. Karena ada paham radikalisme, eteisme dan komunisme, yang mencoba merongrong, tapi kita punya ideologis yang sakti yakni Pancasila,” paparnya.

Ghinda Ansory yang juga sebagai advokat ini menjelaskan adanya ngota DPRD hadir di masyarakat karena pengalaman pancasila sila ke 4 dalam kehidupan sehari-hari bagaimana-pun kita baik dilingkungan mengagungkan pengalaman Pancasila.
“Dalam pengalaman Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan kehidupan sehari-hari dan tidak ada yang salah dengan pancasila. Jangan banding-banding kan pancasila dengan Al-quran, ” terangnya.

Baca Juga  Pelaku UMKM di Bandarlampung sudah Go Online dan Transaksi Digital

Dalam pengalaman Pancasila berdasarkan Sila pertama ketuhanan yang maha Esa, adalah pengabdian kita sebagai manusia kepada Tuhan sesuai denagn agama masing-masing. Lalu, penerapan Sila ke dua kemanusiaan yang adil dan berasap di dalam kehidupan sehari-hari saling toleransi dalam bermasyarakat.

Selanjutnya, Sila ke-tiga Persatuan Indonesia kita bersatu padu dalam kesatuan negara Indonesia dan Pancasila itu sebagai perekat masyarakat dan sebagai persatuan bangsa.

Sila ke empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, maknanya adalah segala sesuatu dilakukan dengan musyawarah mufakat, misalnya pemilihan RT dilakukan secara bebas memilih pilih sesuai hari nuraninya. Terkahir Sila ke-5 Keadilan sosial. Maknanya bagaimana kita bergotong royong saling tolong menolong bekerja keras. (ron)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *