Berita  

Antisipasi Banjir, Pemkot Normalisasi Sungai dan Drainase di 20 Kecamatan

banner 120x600

BANDARLAMPUNG-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menggeber program normalisasi aliran sungai dan drainase di 20 kecamatan sebagai langkah antisipasi banjir di tengah cuaca ekstrem pada musim penghujan. Kegiatan ini mulai digencarkan sejak Minggu (9/2/2026).

Normalisasi dilakukan di sejumlah wilayah rawan genangan, antara lain Kecamatan Bumi Waras, Enggal, Kedamaian, Kedaton, Kemiling, Labuhan Ratu, Langkapura, Panjang, Rajabasa, Sukabumi, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Timur, Tanjung Senang, Telukbetung Barat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Timur, Telukbetung Utara, serta Wayhalim.

Pemkot menilai banjir yang kerap terjadi di Kota Bandarlampung bukan semata-mata dipicu tingginya curah hujan atau perubahan lingkungan, melainkan akibat padatnya sedimentasi dan tumpukan sampah yang sudah lama menyumbat aliran air.

Baca Juga  Pesan Bunda Eva untuk Warga Tanjung Seneng, Jangan Ada Anak Putus Sekolah

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menginstruksikan para camat, lurah, dan pamong setempat untuk melakukan langkah antisipasi serta penanganan pengangkatan sedimentasi secara berkala.

“Untuk mengantisipasi banjir, kami juga menurunkan tim satuan tugas ke 20 kecamatan, melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, dan Satpol PP,” ujar Eva Dwiana.

Selain itu, Pemkot juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurut Eva, peran warga sangat penting dalam mendukung normalisasi saluran air dan pembersihan drainase, sekaligus meningkatkan kapasitas sistem pengendalian banjir di titik-titik rawan.

“Penanganan banjir ini adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, risiko bencana banjir dapat kita minimalkan,” tegasnya.

Baca Juga  Bunda Eva Siap Merolling Pejabat, Tunggu Signal dari BKN

Eva Dwiana juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun drainase karena dapat menyebabkan penyempitan saluran air dan memperparah banjir.

“Mari kita jaga sungai dan drainase agar tetap bersih demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tandasnya. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *