BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Demokrat, Agus Purwanto, mengingatkan masyarakat agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.
Meski memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, teknologi juga memiliki sisi negatif yang perlu diwaspadai.
Pesan tersebut disampaikan Agus Purwanto saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan warga, Agus mengatakan bahwa teknologi kini telah menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beragam aktivitas, mulai dari memesan makanan hingga berbelanja, dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat digital.
“Teknologi baru saat ini segala-galanya, semua yang akan kita lakukan memakai teknologi. Mau makan ada GoFood, mau belanja ada online, semua sudah tersedia,” ujar Agus.
Namun, menurutnya, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak. Sebab, pemanfaatan teknologi tanpa pertimbangan yang baik dapat menimbulkan dampak negatif.
Dipaparkan Legislator asal Partai Demokrat ini, salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah maraknya praktik judi online (judol), termasuk permainan slot, yang dapat diakses melalui perangkat digital.
“Tapi teknologi jika digunakan tidak bijak akan berbahaya. Teknologi membawa manfaat, tapi ada sisi jeleknya seperti judi online (judol) seperti slot dan lain-lain,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, saat ini berbagai informasi, layanan, hingga hiburan dapat diakses dengan mudah melalui telepon pintar atau smartphone.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih dan memanfaatkan teknologi. Masyarakat perlu membedakan penggunaan yang memberikan manfaat dengan aktivitas yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“Semua tersedia di dalam teknologi, ada yang baik ada yang buruk. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Makanya saya pesan, bijaklah dalam menggunakan teknologi,” tambahnya.
Agus berharap masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal produktif, seperti menambah wawasan, mendukung pekerjaan, serta menunjang aktivitas sehari-hari, sekaligus menghindari berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.
Dalam kegiatan PIP-WK tersebut, turut hadir dua narasumber lainnya, yakni Anggalana, SH, dosen Universitas Bandar Lampung (UBL), dan Levi Tuzaidi, seorang politisi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam menyikapi kemajuan teknologi secara bertanggung jawab. (*/)







