Wakil Ketua Komisi IV: Toleransi Tenggangrasa dan Empati Adalah Kunci Ciptakan Perdamaian

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Sri Ningsih Djamsari berpesan bahwasanya sebagai manusia yang hidup berdampingan harus senantiasa memegang teguh rasa toleransi tenggang rasa dan juga rasa empati.

“Karena, tenggang rasa, mawas diri, dan jaga diri saling menghargai adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan damai, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa,” ujar Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandarlampung dalam acara Sri Ningsih Djamsari, dalam acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Sukarame, Selasa (25/11/2025).

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini menjelaskan, kepada masyarakat untuk meningkatkan kecermatan dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Srikandi PDI-P ini menilai bahwa maraknya penyebaran informasi tidak benar hoax, provokasi, dan ujaran kebencian saat ini menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa siapa pun dapat menjadi penyebar kekacauan tanpa sadar jika tidak memahami etika bermedia sosial.

Baca Juga  8 Kepala Daerah di Lampung Masa Jabatannya Berakhir 2024

“Kita ini hidup di era digital, tapi bukan berarti boleh asal menyebarkan informasi. Jangan sampai masyarakat justru menjadi penyebar kegaduhan digital yang memecah belah,” ungkapnya.

Ia mengkritik keras kebiasaan sebagian masyarakat yang langsung membagikan berita hanya berdasarkan judul, tanpa membaca isi, apalagi melakukan verifikasi. Menurutnya, tindakan seperti ini membuktikan masih rendahnya literasi digital dan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya prinsip persatuan dan tanggung jawab moral terhadap sesama.

Sri Ningsih juga menyampaikan bahwa penyebaran berita palsu tidak hanya berdampak pada individu, tetapi dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Sebelum membagikan sesuatu, tanyakan dulu: bermanfaat atau justru memprovokasi? Kalau kita ragu, lebih baik berhenti daripada ikut menyebarkan hoaks,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua Fraksi PKS dan Kadis PU Tinjau Penyebab Banjir di Pidada Panjang

Dalam kegiatan PIP-WK tersebut, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu mengembalikan Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku di dunia digital.Nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghormati, dan menjaga persatuan harus diterapkan dalam aktivitas bermedia sosial.

“Nah,dengan penguatan pendidikan kebangsaan dan literasi digital, Sri Ningsih berharap masyarakat semakin mampu menciptakan ruang media sosial yang sehat, positif, dan tidak mudah diadu domba,”tegasnya.

Diketahui dalam sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan anggota DPRD Kota Sri Ningsih Djamsari ini menghadirkan dua narasumber yakni Ustad Suparman Abdul Karim dan narasumber lainya H.Hambali Sanusi anggota DPRD kota Bandar Lampung periode 2014-2019. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *