BANDARLAMPUNG– Anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung Zainal Abidin menekankan kepada Dinas Pariwisata setempat agar memiliki konsef atau paket-paket wisata yang menarik untuk menggaet minat para wisatawan lokal dan domestik. Dan hal ini juga tidak terlepas dari kerjasama baik dengan pariwisata daerah lain dan tour and travel.
“Dinas Pariwisata wajib memiliki konsef yang matang, promosi dilakukan jangan setelah kegiatan dilaksanakan, namun bagaimana mengeksplorasi wisata yang ada di Kota Bandarlampung, dengan menampilkan menu-menu paket paket wisata, hal ini pun perlu menggandeng beberapa pihak baik perhotelan, restoran, pusat oleh oleh atau pun tour travel,, serta lokasi wisata,” kata Zainal Abidin, Rabu (27/08/2025).
Boleh-boleh saja, sambung legislator Partai NasDem ini, Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung menggandeng lokasi pariwisata di daerah Pesawaran misalnya, dengan menawarkan paket-paket konsep wisata sehingga wisawatan dapat menginap dan belanja, makan serta hiburan di Kota Bandarlampung, meski dia berwisata di Pesawaran, tetapi para wisawatan menginap, makan hiburan dan belanja oleh oleh di Kota, dengan demikian dapat meningkatkan PAD kota tapisl berseri ini.
“Bentuk kerja sama dengan pihak pihak lain, buat konsef building (kerjasama tim) Bisa saja kita tawararkan paket wisata ke daerah Pesawaran dengan menu dan paket paket tapi menginap dan belanja makan, hiburan di Kota Bandarlampung. Karena harus kita ingat juga Kota Bandar Lampung memang minim sekali potensi wisata, sehingga kita dapat menggandeng pihak daerah lain, untuk promosi dami peningkatan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.
Hal ini dapat juga dilakukan dengan promosi promosi di media sosial atau membuat suatu vlog, Youtube, website atau sejenis lainnya, sehingga para wisatawan dapat dengan mudah memilih paket paket wisata dan mereka ada di Kota Bandarlampung. “Kan ada itu dana promosi wisata, dinas pariwisata jangan kaku lah dalam membuat program wisata, lakukan hal hal yang memang belum dilaksanakan, cari trobosan yang menarik wisatawan datang, minap dan berbelanja di Bandarlampung,” terangnya.
Sebenarnya, Kepala Dinas Pariwisata Bandarlampung Adiansyah mengatakan, pihaknya memiliki program yang telah berjalan untuk peningkatan kapasitas ke depan.
“Komisi II memberikan saran. Misalnya penyediaan kuliner khas Lampung di tempat wisata maupun penginapan. Selain itu, kami juga mengimbau untuk menonjolkan simbol adat Lampung, baik Pepadun maupun Saibatin, untuk menarik pengunjung dari luar daerah,” ujarnya. (ron)







