Peppy AW Ajak Masyarakat Tanamkan Anak Akhlak dan Budi-Pekerti sejak Dini

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Srikandi Partai NasDem DPRD Kota Bandar Lampung, Peppy Asih Wulandari, mengatakan, kondisi saat ini kebanyakan anak-anak lebih senang dengan gadget (telepon genggam) ketimbang main dengan kawan-kawannya,

Dan hal ini sangat berbahaya, karena tidak memupuk rasa kesetiakawanan dan rasa empati anak. Karena itu, mari ajarkan anak dengan akhlak dan budi pekerti sejak dini, sehingga mereka tau dan mengerti nilai-nilai dan norma Pancasila.

Demikian, diungkapkan anggota DPRD Kota Bandar Lampung Peppy Asih Wulandari, saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Panjang, Selasa (29/07/2025).

Dan juga, sambung Peppy AW yang duduk di Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, para orang tua juga wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Mari kita mengingat kembali nilai-nilai Pancasila, bagaimana mengamalkan lima dasarnya pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pengalaman sila Pancasila sila pertama, ketuhanan yang maha esa, yakni mengandung makna bahwa setiap warga negara dijamin haknya untuk memilih agama sesuai keyakinan masing-masing, berketuhanan yang maha Esa.

Baca Juga  Norma Pancasila Tercakup juga di Dalam Al-Quran dan Hadist

Sila ke-dua kemanusiaan yag adil dan beradap, dalam Sila ke dua ini juga mengandung makna yakni penyeimbang dalam hukum, dimana kedudukan rakyat di negara Indonesia semua sama di mata hukum, dengan melihat masalah secara objektif dan mengedepankan praduga tak bersalah.

Sila ke tiga Persatuan Indonesia yang juga mengandung makna meski kita banyak perbedaan terdiri dari beberapa pulau pulau, suku budaya dan adat istiadat, namun kita tetap satu NKRI. Mesti banyak rongrongan dari oknum-oknum yang akan memecah belah NKRI namun tetap satu kesatuan Indonesia,

“Banyak upaya yang akan memecahkan belah persatuan dan kesatuan, ada terorisme bom bunuh diri dan ada juga isu pondamental politik dan isu lainnya. Jangan sampai jempol kita menebar fitnah menyebarkan berita hoax yang berakibat fatal sehingga dapat memecahkan persatuan bangsa, mari kita jaga keutuhan negara Indonesia,” paparnya.

Baca Juga  Srikandi PDI-P: Peran Aktip Kaum Wanita Dinilai Mampu Menjaga Ketersediaan Pangan dan Kualitas Gizi 

Selanjutnya, sila ke-empat Kerakyatan sila ini implementasi untuk perwakilan rakyat dimana ada pesta demokrasi untuk wakil rakyat bdi Parlemen, makanya ada pemilihan umum (Pemilu) baik Pilpres, pileg dan Pilkada. Rakyat melilih pemimpin dan wakil di pemerintahan dan Parlemen.

Terlahir sila ke-lima Keadilan sosial. Dalam sila ini pemerintah memberi keadilan untuk rakyatnya, seperti pemberian subsidi BBM. Karena adanya subsidi BBM banyak dinikmati oleh orang kaya, bukan untuk rakyat kurang mampu. “Setiap liter bensin yang dibeli disubsidi oleh pemerintah. Subsidi BBM banyak dinikmati oleh orang-orang yang mampu sementara orang miskin banyak tidak menikmati,” tandasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *