Sri Ningsih: Mari Tanamkan Melekat Ideologi Pancasila dalam Diri 

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung Sri Ningsih Djamsari, meminta kepada para peserta sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) agar senantiasa menanamkan rasa ideologi pancasila di dalam diri pribadi, sebagai bekal hidup di masyarakat dan lingkungan tempat tinggal.

“Sekarang ini banyak sekali tindakan kriminal baik kenakalan remaja, sex bebas, natkoba yang merajalela, bahkan aparat pun terjadi baku tembak, hal ini saya rasa karena tdak menanamkan jiwa ideologi pancasila dalam diri nya, maka terjadi tindak kriminalitas,” ujar Sri Ningsih Djamsari, saat membuka acara PIP-WK
di Sukarame, pada Selasa (25/03/2025).

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung ini memaparkan, oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar tidak bosan-bosan dan jangan berhenti terus mensosialisasikan ideologi pancasila, karena sangat penting bagi masyarakat, sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Ada 8 Pengusaha Karoke Dipanggil Hearing Komisi I DPRD Bandarlampung ?

“Jangan pernah bosan dan berhenti membahas pancasila karena sangat penting bagi masyarakat. Kita ketahui banyak sekali tindakan kriminal, seperti sex bebas karena pengaruh dunia (budaya) luar, bahkan baku tembak aparat. Makanya mari kita amalkan ideologi pancasila secara melekat, sehingga masyarakat memiliki moral dan akhlak, tidak ada masalah yang tidak selesai jika bermusyawarah,” ungkapnya.

Tindakan tersebut, imbuh anggota DPRD yang telah tiga priode ini, dikarenakan tidak memiliki moral dan akhlak. “Makanya amalkan sila-sila pancasila dari sila pertama sampai sila ke lima. Karena dalam sila-sila Pancasila, mengandung makna hormat menghormati, saling hargai, toleransi, sopan santun, serta musyawarah mufakat. Tidak mungkin bisa berantem dan baku tembak jika diselesaikan dengan kepala dingin musyawarah,” paparnya.

Baca Juga  Pancasila Punya Sumber Nilai Membangun Kepribadian Manusia

Nah, sambung anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini, inti sari dari pancasila adalah gotong royong, musyawarah mufakat. “Semua dibicarakan dengan urun rembuk, bicara dengan hati nurani semua akan selesai. Makanya tanamkan nilai-nilai agama dan Pancasila, terhadap diri pribadi, anak saudara kita, serta terapkan di lingkungan tempat tinggal,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu hadir dua narasumber yakni ustadz Suparman Abdul Karim, salah satu pengurus pondok pesantren dan Hambali Sanusi, mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, dimana kedua narasumber memaparkan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *