BANDARLAMPUNG- Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Irpan Setiawan, menjelaskan bahwa pendidikan anak itu dimulai sejak usia dini.
Selain itu, jauhi anak-anak dari gadget (smartphone), karena anak tidak berinteraksi dengan manusia lain dan dia tidak belajar empati dan rasa berbagai dengan sesama serta jiwa pertemanannya akan rusak.
“Kenapa banyak kasus bullying terjadi pada anak-anak, karena sejak usia 7 tahun anak sudah diberikan gadget. Bagaimana dia jadi manusia yang beradab jika dasar ketuhanan akhlak tidak ditanamkan sejak dini,” terang anggota Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Irpan Setiawan, dalam kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di wilayah Teluk Betung Utara, pada Selasa (20/10/2026).
Karena itu berikan pehamanan ilmu agama dan juga bekali dengan adab moral dan ilmu sehingga ketika dia dewasa paham akan norma-norma dan aturan untuk selanjutnya si anak tidak akan semena-mena.
Selanjutnya, yang dimaksud dengan wawasan kebangsaan juga merupakan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara keseluruhan. “Kalau ada musibah di suatu wilayah harus jadi keprihatinan kita semua, ini adalah salah satu wujud pengalaman wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu kala. Lalu sederhana pancasila bagaimana? Nah dalam kehidupan sehari-hari hidup bertetangga yang tidak mengolok-olok tetangga, jika tetangga ibadah jangan diganggu, biarkan dia beribadah sesuai dengan keyakinannya.
“Hal sederhana itu wajib dilakukan untuk pengamalan pancasila, kalau kita hidup bertetangga sudah baik maka kita sudah mengamalkan pancasila. Namun jika ada suatu faham sudah menyakiti orang lain itu pasti sudah tidak benar,” tandasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi PIP-WK tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Palgunadi yang merupakan Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Provinsi Lampung dan Suheli mantan anggota DPRD Bandarlampung. (*/ron)







