Ketua F-Golkar Rama Apriditya Soroti Dampak Negatif Medsos, Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Lindungi Moral Generasi

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandar Lampung, Rama Apriditya, SH., MH., menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan semakin bebasnya akses media sosial (Medsos) perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat.

Menurutnya, minimnya penyaringan terhadap konten di media sosial berpotensi merusak moral generasi muda, khususnya anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Rama Apriditya, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Kecamatan Kedaton, Jumat (3/7/2026).

Legislator Golkar ini menjelaskan, media sosial memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menjadi pintu masuk berbagai budaya luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, norma agama, maupun budaya bangsa Indonesia.

Baca Juga  PIP Politisi NasDem Angga WP Peserta Sumringah Dapat Doorprize

“Media sosial jika tidak ada penyaringan atau pembatasan maka dapat merusak moral generasi bangsa, terutama bagi anak-anak. Sebab, dengan bebasnya budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian dan budaya bangsa Indonesia, sangat mudah diakses melalui media sosial,” ujar Rama.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung tersebut menilai, pengaruh negatif media sosial dapat mengikis karakter dan akhlak generasi muda apabila tidak ada langkah nyata dari pemerintah maupun pihak terkait.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap konten digital, khususnya yang mengandung unsur pornografi, kekerasan, maupun konten lain yang bertentangan dengan norma etika dan agama.

“Yang dimaksud pembatasan adalah terhadap tontonan yang tidak baik, mengandung unsur pornografi maupun konten yang tidak sesuai dengan norma etika dan agama di Indonesia. Konten seperti itu harus ditutup dan jangan diberikan akses, apalagi kepada anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga  Politisi PAN: Mari Jaga Toleransi Antar Umat Beragama

Rama juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial oleh anak-anak. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga, sehingga anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila.

Dengan demikian, Rama berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dapat menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan mendukung terbentuknya generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. (*/ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *