Perkuat Infrastruktur Drainase Tanggulangi Banjir
BANDARLAMPUNG –Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian, menginginkan agar Pemkot Bandar Lampung betul-betul mengalokasikan bantuan dana dari Pemprov Lampung senilai Rp4,19 M tepat sasaran, untuk memperkuat infrastruktur dan drainase.
Menurut legislator asal Fraksi Gerindra ini, bahwa bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk pembangunan infrastruktur di Kota Bandar Lampung merupakan bentuk hibah yang telah direncanakan sejak awal, bukan keputusan yang bersifat sepihak.
Nah, alokasi anggaran tersebut pastinya telah disusun berdasarkan kebutuhan riil Kota Bandar Lampung serta sejalan dengan visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya ruas jalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah ruas jalan sambung Rizaldi Adrian, yang akan dibangun melalui dana hibah tersebut sebelumnya telah diajukan dan kini siap direalisasikan oleh pemerintah provinsi. Untuk itu, ia berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan maksimal dan sesuai standar kualitas.
“Kami berharap pelaksanaannya nanti bisa dilakukan sebaik-baiknya, dengan kualitas pekerjaan yang benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada kesalahan karena ini bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk masyarakat Bandar Lampung,” papar Rizaldi belum lama ini.
Selain pembangunan jalan, Rizaldi juga menyoroti pentingnya penanganan banjir melalui pembenahan sistem drainase. Ia menyebut persoalan banjir di Kota Bandar Lampung sudah menjadi isu utama yang harus ditangani secara serius dan menyeluruh.
“Drainase ini jadi kunci. Kita tahu Kota Bandar Lampung masih sering mengalami banjir, dan ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Nanun demikian, anggota Fraksi Partai Gerindra ini menyebut pihaknya sebelumnya telah mengkritisi minimnya program drainase pada tahun anggaran 2024 yang berdampak pada kondisi banjir di tahun berikutnya. Oleh karena itu, ke depan diperlukan langkah yang lebih terarah dan komprehensif.
“Kita tidak ingin lagi programnya hanya seperti memadamkan kebakaran. Setiap ada banjir baru ditangani, tapi tidak menyelesaikan akar masalah,” jelasnya.
Oleh karena itu, Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dalam waktu dekat akan mendorong penyusunan program penanganan banjir yang lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Ke depan kita ingin ada program yang lebih menyeluruh, bukan hanya penanganan sesaat. Kita akan diskusikan dengan akademisi dan OPD agar penanganan banjir ini bisa lebih cepat dan efektif,” tandasnya. (*/)







