Srikandi Golkar: Lebaran Idul Fitri Tradisi yang Indah Media Silaturahmi Melestarikan Budaya Negeri

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Srikandi Partai Golkar DPRD Kota Bandar Lampung, Heti Priskatati, memohon maaf kepada seluruh peserta sosialisasi pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) karena saat ini masih dalam suasana bulan Sawal atau usai merayakan Idu lfitri 1447 H.

“Saya mohon maaf lahir dan batin, karena saya sebagai mana manusia biasa tidak luput dari salah dan khilaf. Di momentum suasana lebaran idul fitri ini juga sebagai penjelmaan dari ajaran ideologi pancasila, karena disitu ada silaturahmi antar sesama, baik tetangga, saudara, kerabat dan handai Tolan lainnya, dengan bersilaturahmi juga dipercaya dapat memperpanjang usia dan rezeki, apalagi di suasana idul fitri,” ujar Heti Priskatati, di sela-sela membuka acara sosialisasi PIP-WK, di Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura , Jumat (27/03/2026).

Baca Juga  Haul Bung Karno, Di-Isi Lounching LBH Gratis untuk Rakyat

Namun demikian juga anggota DPRD yang duduk di Komisi II ini mengungkapkan jika dirinya selama menjabat belum dapat memuaskan apa yang diharapkan masyarakat, maka dirinya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi jembatan, penyalur aspirasi masyarakat di dapil (daerah pemilihan).

“Ya. Jika saya selama bertugas ada yang belum bisa saya laksanakan maka saya mohon maaf yang pasti saya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mengemban amanah masyarakat dan saya siap menyampaikan apa yang jadi aspirasi warga. Usulan yang telah disampaikan kepada saya akan jadi PR (pekerjaan rumah, _red) utama dan jadi prioritas usulan fraksi dalam pokok pikiran (pokir) DPRD dalam penyusunan APBD,” paparnya.

Suasana bulan Sawal adalah dimana kita bertemu silaturahmi saling ma’af memaafkan dan kita juga saling mendoakan satu sama lain. Dan ini semua merupakan adat budaya masyarakat Indonesia yang juga tertuang di dalam sila-sila Pancasila.

Baca Juga  DPRD Paripurna Istimewa HUT ke-340 Kota Bandarlampung

“Kita bertemu saling memaafkan silaturahmi dan kita semua saling mendoakan sehat dan bahagia dan panjang umur,” ungkapnya.

“Silaturahmi setelah hati raya idul fitri adalah budaya bangsa yang mesti kita lestarikan dan dijaga, karena di momentum lebaran lah kita semua dapat bertemu dengan kerabat yang sudah lama tidak berjumpa. Idul fitri jadi media
silaturahmi lebaran Idul Fitri memang tradisi yang indah. Mari kita lestarikan budaya ini dengan saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi, bahkan juga saudara kita yang beragama lain pun ikut merayakan lebaran,” tandasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *