Dedi Yuginta: Jaga Lingkungan Jangan Buang Sampah Sembarangan Apalagi di Sungai

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Dedi Yuginta, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian, diungkapkan Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Dedi Yuginta, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Sabtu (07/02/2026).

“Jangan buang sampah semu, saat ini musim banjir, apalagi kalau rumah deket sungai, jangan buang sampah di sungai,” ujar Dedi Yuginta.


‎
‎“Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di aliran sungai. Kalau sungai kita bersih, lingkungan juga terjaga. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Dedi Yuginta, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Bandar Lampung.

Baca Juga  Reses Anggota DPRD AP: Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Drainase Jadi Nominasi Usulan Warga

‎Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif dan kepedulian sosial. Sungai yang dipenuhi sampah berpotensi menimbulkan banjir, pencemaran, serta berbagai penyakit yang merugikan masyarakat sendiri.
‎
‎Dedi menegaskan, menjaga lingkungan dan menghidupkan semangat gotong royong merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila. Ia mengaitkan hal tersebut dengan nilai-nilai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
‎
‎“Menjaga lingkungan dan gotong royong itu termasuk mengamalkan Pancasila, khususnya sila pertama. Kita menjaga hati kita, perilaku kita, dan lingkungan kita. Itu bagian dari wujud keimanan dan tanggung jawab moral,” tegasnya.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin, termasuk dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
‎
‎“Apalagi menjelang puasa, mari kita bersihkan lingkungan kita. Supaya ibadah puasa kita bisa lebih khusyuk dan apdol,” ucapnya.
‎
‎Kegiatan PIP-WK tersebut juga diisi dengan dialog interaktif antara anggota dewan dan warga. Sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan, drainase, serta kebutuhan fasilitas umum di wilayah Kotabaru.
‎
‎Melalui kegiatan ini, Dedi berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar diterapkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya hingga memperkuat solidaritas antar warga. (*/)

Baca Juga  DPRD Pertanyakan Kreteria dan Perencanaan Wisata Rohani Pemkot ? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *