BANDARLAMPUNG- Menyongsong arus globalisasi dan teknologi yang semakin canggih, DPC PDI-P Kota Bandarlampung melaksanakan fit and Properties calon Ketua-Ketua PAC se kota Bandarlampung dengan metode digital.
Dimana setiap peserta diberikan link dari Google drive, kemudian para peserta di tes langsung dan mendapatkan pertanyaan dari server yang ada di DPD PDI-P Lampung.
Demikian, diungkapkan Ketua pelaksana penjaringan calon ketua PAC PDI-P Kota Bandarlampung Endang Asnawi, di sela-sela acara di kantor DPC PDI-Perjuangan kota setempat, Senin (19/01/2026).

“Peserta atau calon ketua PAC langsung mendapatkan soal dari link jaringan masing-masing, dan ini dilakukan demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Dan kader-kader PDI-P harus sudah siap dalam menghadapi dunia globalisasi dan berbasis internet,” ujar Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Bandarlampung ini.
Sementara, Ketua DPC PDI- Perjuangan Kota setempat Dedi Yuginta menjelaskan, kegiatan penjaringan para calon Ketua-ketua PAC tersebut dari 20 kecamatan ada sekitar 136 calon yang mendaftarkan. “Dari 136 yang daftar ini, nanti diambil 20 orang untuk calon Ketua, 20 Sekretaris dan 20 Bendahara,” jelas dia.

Nah, menariknya, sambung Dedi Yuginta yang didampingi Sekretaris Irwansyah Bendahara Sri Ningsih Djamsari dan Wakil Ketua Melinda, penjaringan para calon ketua PAC tersebut, fit and properties dilakukan secara online, dengan metode link dari google Drive, dan server langsung terhubung dengan DPD PDI-P Lampung.
“Jadi tes penjaringan calon ketua PAC ini dilakukan secara digital, ada link dari Google Drive dan para peserta dapat soalnya dari situ dan di tes langsung, sehingga metode ini menghilang praktik nepotisme,” jelas Wakl Ketua Komisi III DPRD kota Bandarlampung ini.
Ditambah Sekretaris DPC PDI-Perjuangan kota Bandar Lampung Irwansyah menjelaskan bahwa dengan teknologi digitalisasi tersebut maka para ketua-ketua PAC kedepannya dapat bekerja dengan mudah, karena dengan media sosial saat ini dapat memangkas waktu dalam bekerja apalagi kerja politik.
“Ya kita hari ini memberikan pemahaman secara langsung kepada para calon ketua-ketua PAC bahwa harus melek teknologi, karena kedepan itu semua menggunakan media digitalisasi,” kata dia.
“Contohnya dengan kegiatan politik yang dilakukan PAC di upload di media sosial (medsos) itu salah satu cara mensosialisasikan PDI-P ke masyarakat, maka harapan kedepan para PAC ini dapat menggunakan teknologi digitalisasi sebagai informasi politik dan sosialisasi politik,” tandasnya. (ron)







