BANDARLAMPUNG- Ada yang berbeda pada acara acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar Ketua Komisi III DPRD kota Bandar Lampung Agus Djumadi. Pasalnya, di awal acara tersebut menampilkan tarian budaya lokal tari adat Lampung.
Dimana penampilan acara tersebut, dilakukan oleh para pemudi dari Big Family Pemuda-Pemudi Langkapura, sehingga membuat suasana semakin ramai dan indah.
Dalam kesempatan itu, anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung ini mengatakan bahwa sebagai seorang pemuda mesti memiliki inovasi dan giat berkarya, terlebih di era jaman modern dan digitalisasi seperti saat ini.
“Sebagai pemuda saya imbau harus ada kegiatan di lingkungannya. Generasi pemuda pun mesti menjadi panutan dan penuh dengan ide-ide kreatif, untuk menumbuhkan nilai-nilai ekonomi, terutama di lingkungannya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, di sela-sela acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Langkapura Kecamatan Langkapura, Minggu (19/10/2025).
Dan, sambung legislator asal PKS ini, menjadi seorang pemuda harus jeli melihat peluang usaha yang dapat menghasilkan uang, seperti manfaatkan ruang publik (lapangan) yang kala waktu dapat di rubah menjadi ruang terbuka UMKM. “Kan kita ada lapangan, bisa saja kan kita buat UMKM, dikala weekend misalnya, jadi ruang publik dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa menambahkan ekonomi masyarakat,” jelas Agus Djumadi.
Diketahui, para peserta PIP-WK yang digelar olehnya banyak mengundang para pemuda-pemudi dari Langkapura. “Lapangan, yang merupakan sarana olahraga bisa saja kita sewaktu-waktu disulap jadi UMKM dan jadi tempat ruang publik jadi tempat berkumpulnya masyarakat sehingga dapat mengundang banyak orang yang datang, disitu juga bisa ditampilkan tari-tarian budaya lokal, tari adat Lampung dan sebagainya, sehingga bisa menghasilkan cuan,” tandasnya. (ron)







