Politisi PKB Saran Konsultan Perencanaan Dinas PU jangan Terkesan Asal-Asalan

banner 120x600

BANDARLAMPUNG-Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agung Zawil Afkar Al Muhtad, menekankan kepada Dinas PU setempat, agar menggunakan Konsultan Perencanaan dan Pengawasan yang jelas dan jangan hanya ‘Modal Kertas’ lalu ‘Beres’.

“Dinas PU pakai konsultan yang bagus dong, jangan hanya modal kertas, datang awal proyek cek lokasi, ngukur, terus dateng lagi pas FHO, yang jelas dong. Diawasi kalau dia konsultan pengawas diukur yang di cek yang jelas jikalau dia konsultan perencana. Jangan cuman Taken kontrak, OK lalu beres,” demikian, diungkapkan Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Bandar Lampung, Agung Zawil Afkar Al Muhtad, di sela-sela rapat Hearing rapat dengar pendapat (RKA) APBD Perubahan TA 2025 di ruang rapat Komisi III, Selasa (26/08/2025).

Baca Juga  Pemred Lampung Newspaper Jabat Plt Ketua IWO Lampung

Karena, imbuh politisi PKB ini, suatu program akan baik jika program konsultan perencanaan dilakukan deengan baik dan demikian juga konsultan pengawas yang bagus, maka kualitas pekerjaan akan baik. “Bagus jelaknya program itu bermula dari perencanaan dan pemgawasan.” kata Agung Zawil.

Sementara di sisi lain, Wakil sekretaris komisi III DPRD Dedi Yuginta menanyakan terkait progres pekerjaan jalan,drainase, hingga penataan kawasan yang menjadi prioritas pembangunan. DPRD menekankan agar setiap proyek dilaksanakan sesuai aturan dan mengutamakan kualitas agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pihak Dinas PU Kota menyampaikan laporan mengenai capaian pembangunan serta kendala di lapangan.Beberapa hambatan seperti cuaca dan keterbatasan anggaran juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Baca Juga  Legislator PD: Mewujudkan Nilai Budaya Kearifan Lokal Adalah Implementasi Ideologi Pancasila

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi III Dedi Yuginta mengingatkan agar kegiatan terutama pada pembangunan gedung jangan sampai telat pengerjaannya, mengingat waktu yang semakin sempit. “Saya tidak khawatir kalau untuk pekerjaan jalan, tapi bagaimana dengan program pembangunan gedung yang bertingkat seperti di RS Tjokrodipho, itu kan pembangunan 10 lantai dengan nilai anggaran Rp12 Miliar, jadi jangan sampai terlambat,” terangnya.

Dan juga bagaimana dengan pekerjaan trotoar jalan senilai Rp 5 M. Apakah sudah mulai dikerjakan? Menanggapi hal tersebut Dedi Sutiyoso mengatakan trotoar sudah muali digarap dari Jalan Susilo dan Jalan Ikan Bawal, jadi tidak ada lagi trotoar yang warna-warni yang licin,” tandasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *