BANDARLAMPUNG- Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Agusman Arief, mengelar acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Teluk Betung Utara, pada Sabtu (14/06/2025).
Di sela-sela acara tersebut pada season tanya jawab Agusman Arief menjelaskan bahwa dalam pemberantasan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) sudah ada bagian tugas lembaga-lembaga dan pihak-pihak terkait, seperti KPK, Kejaksaan, Kepolisian BPK dan lainnya.
“Di Negara Indonesia sudah ada lembaga-lembaga yang bekerja untuk memberantas korupsi, yakin lah lembaga-lembaga ini sudah bekerja dengan baik dan soal pengentasan pengangguran pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran sudah benyak memberikan program-program untuk membantu masyarakat, termasuk ada Koperasi Merah Putih dan program bansos, bantuan beras dan juga membangun dan menumbuhkan investor untuk membuka lapangan pekerjaan, tentu untuk mengurangi pengangguran, yakin lah pemerintah sedang bekerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu hadir dua narasumber yang menjadi pemateri yakni MI Darma Setiawan yang merupakan mantan anggota DPRD Bandarlampung, dan Anggalana SH. MH dosen Universitas Bandar Lampung (UBL).
Sementara, narasumber MI Darma Setiawan memaparkan tentang ideologi Pancasila dan yang paling utama yakni menjaga kesatuan dan persatuan serta menjaga toleransi antar umat beragama dengan mengamalkan sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Toleransi di Indonesia memang sangat diutamakan dan Pancasila menjadi landasan utama dalam mempromosikan toleransi dan persatuan. Meski rakyat Indonesia mayoritas agama Islam, namun menjaga toleransi itu sangat penting, karena di negara Indonesia ada 6 agama yang diakui, tetap jaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar MI Darma Setiawan.
Kemudian, lanjut MI Darma Setiawan yang juga Politisi Partai Gerindra ini, peran Pancasila dalam mempromosikan toleransi yakni menghargai perbedaan, membangun persatuan dan Pancasila mengembangkan kesadaran akan pentingnya toleransi.
Nah, dengan selalu bertoleransi dan menghargai perbedaan, Pancasila dapat menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai.
Anggalana SH. MH., pembicara kedua dia menjelaskan bicara tentang Pancasila memang erat kaitannya dengan nilai-nilai moral dan etika. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung nilai-nilai yang dapat membimbing perilaku dan tindakan masyarakat Indonesia.
Dengan mengamalkan nilai-nilai moral dalam Pancasila, kita dapat membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. (ron)







