BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Hi. Agusman Arief, SE., MM., menegaskan bahwa ideologi Pancasila memiliki peran penting sebagai benteng dalam menangkal masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Agusman Arief dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, Senin (10/8/2026).
Menurut Agusman, dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila, masyarakat memiliki dasar yang kuat untuk menyaring berbagai paham dan informasi yang berkembang di lingkungan sekitar, terutama di era digital.
“Pancasila ini menjadi benteng kita dalam menangkal paham-paham radikalisme. Dengan mengamalkan sila-sila Pancasila, masyarakat akan memiliki pemahaman dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Agusman.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pola pikir masyarakat. Berbagai informasi dapat diterima dengan cepat, namun tidak semuanya memiliki kebenaran dan nilai yang sesuai dengan ideologi bangsa.
Karena itu, menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat menggerus rasa persatuan dan kesatuan.
“Di era digital ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir. Jangan sampai informasi yang kita terima justru menggerus rasa persatuan dan kesatuan. Di sinilah pentingnya kita memiliki benteng ideologi Pancasila,” jelasnya.
Agusman juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mencontohkan adanya informasi mengenai aksi demonstrasi yang pernah terjadi di Lampung, tetapi justru disebut sebagai demonstrasi yang terjadi di Jakarta.
Menurutnya, kesalahan dalam menerima dan menyebarkan informasi semacam itu menunjukkan pentingnya masyarakat memiliki sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi.
Lebih lanjut, Agusman menjelaskan bahwa penerapan Pancasila tidak harus selalu dilakukan dalam kegiatan besar. Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat.
Ia mencontohkan penerapan sila keempat Pancasila, yakni “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, dalam kegiatan arisan.
“Misalnya kita berkumpul 15 orang dalam kegiatan arisan. Kemudian kita bermusyawarah menentukan titik kumpul, di rumah siapa, hari apa dan jam berapa. Ini contoh paling sederhana dari penerapan sila keempat Pancasila,” paparnya.
Agusman berharap masyarakat dapat terus membiasakan musyawarah dan menghargai pendapat orang lain dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau nilai-nilai Pancasila kita terapkan mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, insyaallah persatuan dan kesatuan bangsa akan tetap terjaga,” tandasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi PIP-WK yang digelar anggota DPRD Kota Bandar Lampung Agusman Arief menghadirkan dua narasumber yakni MI Darma Setiawan yang merupakan mantan Anggota DPRD Kota dan Indah Satria Salah seorang Dosen di Lampung. (*/ron)







