BANDARLAMPUNG-Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, Indra Feriza,melakukan agenda sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (IP-WK) di wilayah Penengahan, Pasir Gintung, pada Minggu (09/08/2026).
Nah, dalam kesempatan itu, Legislator asal Partai Golkar ini memaparkan tentang kelompok radikal serta bentuk dan modus operandi kaum radikalisme.
Indra memaparkan tentang pengertian radikalisme. Yakni paham atau aliran yang inginkan perubahan atau pembaharuan sospol secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan, radikalisme keagamaan menggunakan simbol atau ajaran agama sebagai justifikasi.
“Kalau strategi penyebaran idelogi radikal, diantara, komunikasi langsung, dakwah, perkawinan, penerbitan buku, jalur pendidikan dan media/internet, sasaran umumnya generasi muda, ” ujarnya.
Ketua HIPMI Kota Bandar Lampung Indra Feriza, kembali mengungkapkan, bahwa kelompok radikalisme ini tidak serta merta menyatakan idelogi Pancasila salah, tapi mereka memasukkan pelan-pelan melalui pemahaman agama. “Modus operandi kaum radikalisme ini perekrutan secara tersembunyi-sembunyi tidak terbuka,” paparnya.
Namun demikian, dirinya percaya masyarakat Kota Bandar Lampung khususnya saat ini sudah pintar dan masyarakat bisa menangkal isu-isu yang berlatar belakang mengatas namakan Agama.
“Karena itu kita juga wajib waspada dan selalu bersosialisasi dengan lingkungan, penting juga untuk tahu akan paham Radikal,” tandasnya. (ron)







