BANDARLAMPUNG-Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian, menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam mengenal dan memahami karakter serta nilai-nilai luhur Pancasila.
Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, setiap anggota keluarga harus mampu menjadi teladan dalam mengamalkan lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap anggota keluarga harus menjadi teladan dalam mengamalkan lima sila Pancasila, mulai dari menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, membiasakan musyawarah, hingga menanamkan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rizaldi.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung itu dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kupang, Kecamatan Teluk Betung Utara (TBU), Minggu (09/08/2026).
Rizaldi mengatakan, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat dan akhlak mulia. Terlebih, anak-anak saat ini menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi.
“Bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Selain itu, legislator Gerindra tersebut juga memaparkan makna dari butir-butir Pancasila kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Rizaldi, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, seperti saling menghormati antaranggota keluarga, membantu sesama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta bersikap adil dan tidak membeda-bedakan orang lain.
“Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kalau sejak kecil anak sudah dibiasakan dengan nilai toleransi, gotong royong, musyawarah dan keadilan, maka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” pungkasnya. (*/)







