Ketua Fraksi PAN Nilai Islam Selaras dengan Pancasila dan Kearifan Lokal Bangsa

banner 120x600

BANDARLAMPUNG – Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bandar Lampung, Edison Hadjar, menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Pancasila serta kearifan lokal yang diwariskan para leluhur bangsa.

Menurutnya, ketiga unsur tersebut sama-sama mengajarkan pentingnya hidup rukun, menjaga persaudaraan, dan senantiasa berbuat kebaikan. “Islam, Pancasila, dan nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia itu satu frekuensi. Semuanya mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan, saling menjaga, saling menghormati, dan berbuat baik kepada sesama,” ujar Edison, disela-sela sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Enggal, Minggu (05/07/2026).

Legislator PAN yang duduk di Komisi I DPRD Bandarlampung ini menjelaskan, dalam Islam terdapat perintah untuk menyeru kepada kebajikan (amar ma’ruf), sebagaimana firman Allah SWT yang mengajak umat agar selalu mengajak kepada kebaikan. Menurutnya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berlaku jujur, saling tolong-menolong, dan menjaga lingkungan.

Baca Juga  PFI Lampung Kecam Keras Intimidasi Preman terhadap Wartawan Kompas TV di Lamsel

Nilai itu, lanjut Edison, sejalan dengan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta ajaran luhur bangsa yang tercermin dalam budaya gotong royong dengan semangat “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

Selain itu, Edison menuturkan bahwa Islam juga mengajarkan konsep ta’aruf atau saling mengenal antarsuku dan bangsa. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi kekayaan yang harus dijaga melalui kebersamaan dan kerja sama.

“Hal ini sejalan dengan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan bahwa walaupun berbeda-beda, kita tetap satu bangsa Indonesia,” katanya.

Edison juga mengingatkan pentingnya membangun sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Islam melarang umatnya mencela, mengejek, maupun memberikan gelar buruk kepada orang lain. Rasulullah SAW juga memberikan teladan untuk menghormati tetangga tanpa membedakan latar belakang agama maupun sukunya.

Baca Juga  Ketua Fraksi PDI-P Endang Asnawi Ajak Masyarakat Waspada Tanpa Rasa Takut dan Tetap Jaga Persatuan

Ditambahkan dia, nilai tersebut sejalan dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, serta ajaran leluhur seperti tepa selira, yakni kemampuan menempatkan diri dan menghargai orang lain.

Lebih lanjut, Edison menjelaskan bahwa Islam mengenalkan tiga bentuk persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Ketiganya menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang damai di tengah masyarakat yang majemuk.

“Persaudaraan tidak hanya dibangun di lingkungan masjid atau musala, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut juga tercermin dalam falsafah masyarakat Lampung, Sakai Sambayan, yang mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu dalam kehidupan sosial. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *