BANDARLAMPUNG – Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, S.P., M.M., menegaskan bahwa Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade. Namun, menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.
Hal tersebut disampaikan Wiyadi saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Taman Wisata Alam Lengkung Langit 2, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Sabtu (4/7/2026).
Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan itu, salah satu penyebab belum optimalnya kesejahteraan masyarakat adalah masih lemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Negara kita sudah merdeka lebih dari 80 tahun. Namun, mengapa masih banyak masyarakat yang belum merasakan kesejahteraan secara merata. Salah satu penyebabnya karena masih ada pejabat yang belum menjalankan nilai-nilai Pancasila secara utuh dalam menjalankan amanahnya,” ujar Wiyadi.
Ia menilai, praktik korupsi yang masih terjadi di berbagai sektor merupakan bukti bahwa nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang terkandung dalam Pancasila belum diterapkan secara maksimal.
Karena itu, Wiyadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya menjadi simbol atau hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan. Jika seluruh penyelenggara negara benar-benar menjalankan nilai-nilai Pancasila, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wiyadi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila.
Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan semakin kuat sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*/ron)







