BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila, di Kelurahan Kota Baru, Tanjung Karang Timur, Rabu (01/07/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk belajar bersama dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar ajang untuk saling menggurui.
“Di sini kita sama-sama belajar bagaimana memberikan pemahaman tentang ideologi Pancasila kepada anak-anak kita. Jangan sampai generasi penerus bangsa tergerus oleh perkembangan zaman yang serba modern hingga melupakan budaya bangsa Indonesia,” ujar Dedi.
Dedi Yuginta yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan ini memaparkan, perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi bersama. Salah satunya adalah masuknya budaya asing yang tidak semuanya sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi para orang tua, agar lebih aktif mendampingi dan mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial maupun mengakses berbagai konten digital.
“Jaga anak-anak kita, karena di media sosial banyak sekali tontonan dan konten yang tidak sesuai dengan moralitas serta budaya bangsa. Kita harus membimbing mereka agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan budaya Indonesia,” ungkapnya.
Dedi berharap, melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila, masyarakat semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dan, legislator PDI-P ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, cinta tanah air, serta tetap bangga terhadap budaya Indonesia.
Jika diinginkan, berita ini juga dapat dibuat lebih bergaya media online dengan tambahan lead yang lebih kuat dan kutipan yang lebih hidup. (*/)







