Berita  

Warga Menangis Air Mati, PDAM Way Ranji Perbaikan Janji 10 Hari

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Suara Tumariah bergetar. Warga RT 15, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung ini tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi air bersih di tempat tinggalnya yang tak kunjung mengalir.

Sudah sejak Agustus 2025 lalu, keran air di rumahnya kering kerontang. Hampir empat bulan lamanya, ia dan warga sekitar yang tinggal di dataran tinggi harus bergelut dengan krisis air bersih.

Padahal, mereka mengaku tak pernah telat membayar kewajiban tagihan bulanan PDAM Way Rilau.”Jujur kami bayarnya lancar. Januari ini, belum tanggal 12 kami mau bayar. Tapi apa? Cuma bayar beban (abodemen) doang,” ujar Tumariah dengan suara terisak, pada Senin (12/01/2026).

Kekecewaan warga memuncak karena merasa selama ini hanya diberi janji manis oleh petugas di lapangan perusahaan air bersih plat merah tersebut. Bantuan air tangki yang sempat dijanjikan pun dinilai tidak konsisten dan bukan solusi jangka panjang.

Baca Juga  Cetak Prestasi, Siswa SD Al-Kautsar Raih Medali Emas Ajang Gadjah Mada Open International Karate

Di tengah keputusasaan tersebut, Tumariah menyandarkan harapannya kepada Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana. Ia memohon agar Walikota segera turun tangan melihat kondisi warga di Bumi Raya. Warga tidak menuntut aliran 24 jam penuh, melainkan hanya berharap air dapat mengalir setidaknya 3-4 kali dalam seminggu.

“Tolonglah Bunda (Eva Dwiana), tolong kami di sini. Kami butuh bantuan Bunda. Tolong PDAM ini dilancarkan, walaupun seminggu tiga kali, dibantu mesin pun kami sudah berjuang,” tuturnya penuh harap.

Respons PDAM Way RilauMenanggapi keluhan tersebut, PDAM Way Rilau langsung memberikan klarifikasi teknis. Kasubag Distribusi PDAM Way Rilau, Supriyono, didampingi Vendor Pelaksana, Dedi, dan Humas PDAM, Gunawan, menyatakan pihaknya telah bergerak mencari akar masalah.

Supriyono menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan solusi permanen dengan memasang jalur pipa baru yang diambil dari jalur DAK.

“Kami sudah semaksimal mungkin mencari ‘penyakitnya’. Rencananya, kita pasang pipa yang diambilkan dari jalur DAK yang baru selesai dipasang dan sudah dialiri air,” ujar Supriyono saat ditemui di kantornya, Senin (12/1/2026).

Baca Juga  Menguap Rp 1,8 M Temuan BPK Dana Perjas DPRD Pesawaran

Secara teknis, jalur pipa baru tersebut akan melintasi Jalan Mangga hingga melewati area rel kereta api. Titik pemetaan (mapping) jalur tersebut sudah disiapkan agar suplai air ke dataran tinggi kembali lancar.

Mengenai target penyelesaian, Supriyono menegaskan bahwa pengerjaan fisik ini akan dikebut dalam waktu singkat demi memenuhi kebutuhan warga.Baca juga: PT Haleyora Diduga Tidak Penuhi Hak Buruh, SBKU-YATK Gruduk Kantor PLN”Estimasi pelaksanaan sepuluh hari. Tapi kita optimis sebelum sepuluh hari sudah bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Pihak PDAM mengakui sempat menawarkan bantuan tangki, namun menyadari bahwa warga membutuhkan aliran pipa yang stabil. “Intinya kita kejar supaya cepat selesai dan aliran merata kembali,” pungkas Supriyono. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *