Berita  

Sempat Jadi Sekolah Pertama Terima MBG, SDN 2 Sukarame Bandarlampung Kini Terhenti

banner 120x600

BANDARLAMPUNG-SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, menjadi salah satu sekolah dasar negeri pertama yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sejak awal tahun dari Januari hingga Februari 2026, program tersebut terhenti.

Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadstuty, mengungkapkan bahwa di Bandar Lampung sekolahnya pertama kali menerima MBG pada 14 April 2025 dengan dapur penyedia berada di Dapur Ombai atau SPPG Sukarame 1 yang jaraknya cukup dekat dari sekolah.

“Waktu itu kami termasuk yang pertama menerima MBG. Bahkan sebelum pelaksanaan, kami sudah tanda tangan MoU dan program berjalan lancar sampai Desember 2025,” ujar Erdi, Selasa (10/2/2026).

SDN 2 Sukarame memiliki 480 siswa, dengan total 31 tenaga pendidik dan petugas sekolah. Selama program berjalan, MBG dinilai sangat membantu kebutuhan gizi peserta didik.

Namun, memasuki awal semester 2026, pelaksanaan MBG tidak kembali berjalan seperti yang sempat disampaikan sebelumnya.

Baca Juga  Kolaborasi Data dan Kebijakan, Kunci Sukses Pemkot Bandar Lampung Tekan Angka Kemiskinan

“Tadinya diinformasikan awal masuk sekolah MBG mulai lagi, tapi ternyata belum karena terkendala pemerataan,” jelasnya.

Erdi menyebutkan, pihaknya mendapat informasi bahwa salah satu faktor penghentian sementara adalah pengurangan nilai ompreng/alat makan dari sebelumnya sekitar 5.000 menjadi 3.000 per ompreng. Kebijakan ini berdampak pada penyesuaian penerima di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

“Sekolah kami termasuk satuan pendidikan yang terdampak pengurangan itu, sehingga harus dialihkan ke dapur lain,” katanya.

Ia mengaku telah dua kali melakukan konfirmasi kepada penyedia dapur sebelumnya, yakni SPPG Sukarame 1. Meski memahami bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, pihak sekolah menyayangkan proses perizinan dapur yang belum tuntas sejak awal.

“Kalau menurut kami, seharusnya perizinan dapur sudah selesai sebelum anak-anak masuk sekolah, supaya tidak terputus di tengah jalan,” ujarnya.

Baca Juga  Gerak Cepat Bunda Eva Jalan HRM Mangubdiprojo Disulap Mulus, Solusi Nyata Hadapi Banjir

Pada akhir Januari 2026, pihak sekolah kembali mendapatkan informasi adanya dapur pengganti, yakni SPPG Muhammadiyah 3 yang berada di sekitar Lapangan Way Dadi. Pihak dapur baru juga telah melakukan pendataan ulang jumlah siswa dan guru.

“Untuk dapur yang baru ini, informasinya guru juga akan menjadi penerima manfaat. Kalau sebelumnya guru belum menerima,” tambah Erdi.

Meski demikian, hingga kini pelaksanaan MBG di SDN 2 Sukarame masih menunggu kepastian operasional dapur baru. Pihak sekolah belum dapat memastikan apakah program akan kembali berjalan sebelum puasa atau setelah Lebaran.

“Kami belum tahu pasti kapan dimulai lagi MBG nya, entah itu pas bulan Ramadhan atau setelah lebaran masih menunggu dapur baru benar-benar operasional,” tandasnya. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *