Legislator Gerindra Muhammad Darmawansyah Paparkan Kasus Bulliying Akibat Siswa Tidak Beelajar Rasa Empati

banner 120x600

BANDARLAMPUNG- Bulliying. Ya seringkali kita liat dan dengar kabar baik di media elektronik dan media sosial (Medos) akan kasus Bulliying. Dan selalu saja yang kena adalah anak-anak. Bahkan ada korban jiwa akibat kasus Bulliying.

Hal ini disebabkan turunnya nilai-nilai penghayatan dan pengalaman Pancasila di sekolah terutama kepada para siswa yang tidak lagi belajar rasa empati terhadap sesamanya di sekolahnya.

Penegasan ini diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung Muhammad Darmawansyah, S.T., di sela acara sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Pulau erotai GG. Cinta Damai RT.03.LK-02 Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (06/02/2026).

Baca Juga  DPRD akan Monitoring PPDB 2023 Langsung ke-sekolah

Menurut legislator asal Partai Gerindra ini, kasus bulliying pada anak sekolah sering terjadi karena beberapa faktor, seperti kurangnya pengawasan orang tua, akibat lingkungan sekolah yang tidak mendukung. “Sekolah yang tidak memiliki aturan yang jelas atau tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku bulliying dapat membuat anak merasa tidak aman,”jelasnya.

Dan yang tak kalah penting adalah akibat pengaruh media sosial (Medsos) karena medsos bisa jadi sarana bulliying, dan anak-anak yang tidak memiliki kontrol diri dapat menjadi pelaku atau korban bulliying.

“Juga karena kurangnya pendidikan karakter. Anak-anak yang tidak diajarkan nilai-nilai seperti empati, toleransi, dan menghormati orang lain dapat lebih cenderung menjadi pelaku bulliying. Dan ada juga karena gangguan mental, seperti depresi atau kecemasan dapat menjadi korban bulliying atau menjadi pelaku bulliying,” paparnya.

Baca Juga  Fraksi PKS Tetap Setia Mengawal Semua Aspirasi Masyarakat

Nah, karena itu, imbuh Muhammad Darmawansyah bulliying dapat memiliki dampak yang sangat buruk pada anak, seperti depresi, kecemasan, dan bahkan bunuh diri. “Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah bulliying di sekolah,” tandasnya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *